A. Rasional
Al-Qur’an dan Hadis merupakan sumber pokok ajaran Islam dan pedoman hidup kaum muslimin. Memahami dengan tepat dua warisan Rasulullah saw. ini adalah syarat utama untuk memahami ajaran Islam. Pada saat yang sama diperlukan upaya aktualisasi dan kontekstualisasi ajaran Islam dalam Al-Qur’an dan Hadis. Hal ini sebagai bentuk pengejawantahan Islam yang rahmatan lil-‘alamin, akomodatif dengan segala kondisi, dan melintasi batas ruang dan waktu.
Memahami Al-Qur’an dan Hadis berarti mempelajari bacaan, makna kandungan, asbabunnuzul Al-Qur’an dan asbabulwurud Hadis, sehingga dapat dipahami konteks ayat Al-Qur’an diturunkan dan Hadis disampaikan oleh Rasulullah saw. Kewajiban mempelajari Al-Qur’an dan Hadis berarti kewajiban mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an dan Hadis, sehingga pesan tersurat dan tersirat dalam Al- Qur’an dan Hadis dapat dipahami dengan baik dan benar.
Pembelajaran Al-Qur’an Hadis dapat membentuk karakter dan fondasi keimanan yang kokoh, yang dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Pembelajaran ini meliputi bacaan, hafalan, tulisan, dan pemahaman yang tepat terhadap Al-Qur’an dan Hadis, serta pembiasaan ajaran Islam dalam kehidupan. Lebih dari itu, pembelajaran Al-Qur’an Hadis dibangun atas fondasi Panca Cinta yaitu cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, dan cinta tanah air.
Pada akhirnya, pembelajaran Al-Qur’an Hadis menjadi solusi dalam menghadapi perubahan, tantangan dan perkembangan peradaban, serta menjadi pedoman untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
B. Tujuan
Tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadis sebagai berikut.
- Meningkatkan kecintaan murid terhadap Al-Qur'an dan Hadis.
- Membimbing murid agar mampu membaca, menulis, memahami, menerapkan dan merefleksi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis.
- Membekali murid dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al- Qur’an dan Hadis sebagai pedoman dalam kehidupan dan solusi dalam menyelesaikan segala permasalahan.
- Meningkatkan pemahaman murid secara tekstual dan kontekstual serta pengamalan isi kandungan Al-Qur’an Hadis secara komprehensif dan mendalam.
- Melahirkan perubahan sikap dan perilaku murid sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Hadis.
- Membekali kemampuan untuk mengeksplorasi makna-makna ayat dalam rangka menilai, memilih, dan memilah pemaknaan yang relevan di setiap waktu, tempat, dan keadaan (salih li kulli zamanin wa makanin wa halin).
C. Karakteristik
Mata pelajaran Al-Qur’an Hadis merupakan pelajaran yang memuat kajian tentang pedoman dasar ajaran agama Islam, yakni Al- Qur’an dan Hadis. Mata pelajaran ini berusaha memahami kandungan maknanya dan mengamalkan ajaran tersebut. Kemampuan tersebut sebagai fondasi utama bagi setiap murid dalam berinteraksi dengan Allah (hablum minallah), berinteraksi dengan sesama manusia dan alam (hablum minannas wal ‘alam). Hal ini sesuai tujuan hidup manusia yakni beribadah kepada Allah Swt. (ibadatullah) dan memakmurkan (bumi imaratul ard).
Pelajaran Al-Qur’an Hadis diorganisasikan dalam dua elemen kunci yaitu pemahaman konsep dan keterampilan proses.
|
Elemen |
Deskripsi |
|
Pemahaman
Konsep |
·
Tajwid Kemampuan
membaca Al-Qur’an meliputi ketentuan membaca dan melafalkan ayat-ayat
Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid. Kemampuan mengkaji
dasar-dasar ilmu Al- Qur’an yang terkait pengertian, sejarah turun dan
penulisan, isi kandungan, lafaz dan makna serta struktur Al-Qur’an ·
Ilmu Hadis Kemampuan mengkaji
dasar-dasar ilmu hadis yang terkait pengertian, sejarah dan kodifikasi,
kedudukan dan fungsi, jenis dan unsur-unsur, pembagian, tokoh dan ulama hadis ·
Al-Qur’an Kemampuan membaca, menerjemahkan, menghafal, memahami makna secara
tekstual dan kontekstual, menganalisis ayat-ayat Al- Qur’an tentang tema-tema
tertentu dalam kehidupan, dan menyajikannya secara lisan atau tertulis,
merefleksi kandungannya serta membiasakan diri melaksanakan tilawah,
tadabbur, dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. ·
Hadis Kemampuan menghafal, menerjemahkan, memahami makna secara tekstual dan kontekstual, menganalisis, menyajikannya secara lisan atau tertulis, hadis–hadis tentang tema-tema tertentu dalam kehidupan, dengan membiasakan diri untuk mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. |
|
Keterampilan Proses |
Keterampilan ilmiah yang digunakan dalam proses belajar, agar murid mampu
menemukan dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap serta
menerapkannya dalam kehidupan. Keterampilan proses ini meliputi: mengamati;
mempertanyakan dan memprediksi; merencanakan dan melakukan penyelidikan;
memproses serta menganalisis data dan informasi; mengevaluasi dan
merefleksikan; dan mengomunikasikan hasil. |
D. Capaian Pembelajaran
4. Fase D (Kelas 7, 8, dan 9 MTs)
Pada akhir fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut.
4.1. Pemahaman Konsep
- Tajwid
- Al-Qur’an
Merefleksi isi kandungan ayat-ayat Al-Qur’an secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut ilmu.
- Hadis
Merefleksi isi kandungan hadis secara tekstual dan kontekstual tentang kekuasaan dan rahmat Allah Swt., sifat pemurah, optimis dan sabar, infak di jalan Allah Swt., kehidupan dunia yang sementara dan akhirat yang kekal, sikap peduli terhadap masyarakat dan lingkungannya, bersikap jujur dalam bemuamalah, semangat menuntut ilmu.
4.2. Keterampilan Proses
- Mengamati
Melakukan pengamatan terhadap perilaku masyarakat tentang tema-tema terkait dan mencatat hasil pengamatan.
- Merencanakan dan melakukan penyelidikan
Merencanakan dan membuat tahapan, langkah-langkah operasional untuk menjawab pertanyaan.
- Memproses, menganalisis data dan informasi
Mengolah data dalam bentuk tabel atau diagram serta menjelaskan hasil pengamatan; menganalisis permasalahan dan informasi.
- Mengevaluasi dan refleksi
Mengidentifikasi kemungkinan penjelasan alternatif dalam rangka memberi ide atau solusi dari permasalahan; mengevaluasi kesimpulan, serta menjelaskan cara spesifik untuk meningkatkan kualitas data.
- Mengomunikasikan hasil
Mengomunikasikan hasil analisis secara sistematis dan utuh yang ditunjang dengan argumen dan bahasa yang sesuai.
Sumber:
Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Arab Jenjang Madrasah Tsanawiyah yang admin rangkum dari Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025 tentang Capaian Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab Pada Madrasah.


Posting Komentar
0Komentar